News SMS Store
Kontrak Baru WIKA Rp6,91 Triliun, Proyek Perlu Amankan Material dan Tools
Konstruksi • 2026-08-07T12:00:00+07:00
Kompas.com melaporkan WIKA membukukan kontrak baru Rp6,91 triliun hingga Juni 2026, termasuk proyek penanganan longsoran Tol Cisumdawu. Untuk kontraktor pendukung, momentum proyek ini menuntut kesiapan material, tools, APD, dan kontrol mutu lapangan.
Ringkasan berita
Kompas.com pada 6 Agustus 2026 melaporkan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk atau WIKA membukukan kontrak baru Rp6,91 triliun hingga Juni 2026. Komposisi kontrak baru disebut berasal dari sektor industri penunjang konstruksi, infrastruktur dan gedung, energi dan industrial plant, properti, serta investasi. Salah satu proyek yang diperoleh pada Juni 2026 adalah penanganan longsoran Slope 9-10 dan perbaikan alinyemen KM 177-KM 178 Tol Cisumdawu senilai Rp294,54 miliar, dengan lingkup borepile, rekonstruksi mainroad, dan chuteway. Sumber:Kompas.com.
Dampak operasional untuk kontraktor dan toko material
Masuknya kontrak baru di sektor konstruksi menandakan rantai pasok proyek tetap bergerak, terutama untuk pekerjaan sipil, utilitas, drainase, dan perbaikan infrastruktur. Kontraktor kecil, subkontraktor, serta toko material di sekitar proyek perlu menyiapkan barang yang sering menjadi bottleneck: besi, semen, mata bor, cutting disc, chain block, APD, sealant, dan alat ukur. Pada pekerjaan lereng atau perbaikan jalan, keterlambatan item kecil bisa menghambat pengeboran, pengecoran, pengangkatan material, sampai pembukaan akses kerja.
SMS Store mendukung kebutuhan proyek melaluiLokal Besi Behel 8 mm,Tiga Roda Semen,Damdex Aditif Semen,Bosch Mesin Bor,Kondotec Chain Block, danKings Sepatu Safety.

Checklist cepat SMS Store
Pertama, pisahkan stok struktural dari consumable harian agar belanja tidak bercampur. Kedua, buat daftar barang kritis per pekerjaan: pembesian, pengeboran, pengecoran, lifting, dan housekeeping. Ketiga, siapkan APD per regu sebelum mobilisasi. Keempat, cek alat potong dan bor sebelum pekerjaan malam atau akhir pekan. Kelima, dokumentasikan pemakaian material agar klaim, opname, dan pembelian ulang lebih mudah dikontrol. Keenam, simpan bukti spesifikasi dan foto penerimaan barang supaya quality control, pembayaran, dan pengembalian barang cacat tidak bergantung pada ingatan tim lapangan.