Artikel SMS Store

Panduan Memilih Sarung Tangan Kerja: Cut Resistant, Chemical, dan General Purpose

Safety • 2026-06-01T12:10:00+07:00

Cara memilih sarung tangan kerja sesuai risiko: benda tajam, chemical, panas ringan, grip, dan pekerjaan general purpose.

Ringkasan cepat

Cara memilih sarung tangan kerja sesuai risiko: benda tajam, chemical, panas ringan, grip, dan pekerjaan general purpose.

Produk terkait dari SMS Store

Lokal Apron Las Badan
Lokal Apron Las Badan

Satu sarung tangan tidak cukup

Banyak tim memakai satu jenis sarung tangan untuk semua pekerjaan. Ini berbahaya karena risiko memegang cutter, sheet metal, thinner, adhesive, oli, dan material kasar berbeda-beda. Sarung tangan yang nyaman untuk picking barang belum tentu aman untuk chemical atau benda tajam.

Peta risiko pekerjaan

Buat daftar pekerjaan: cutting, grinding ringan, handling material, cleaning chemical, pengecatan, packing, dan maintenance. Tandai risiko utama pada tiap pekerjaan: sayatan, abrasi, cairan, panas, slip, atau kebutuhan presisi. Dari sini baru tentukan tipe sarung tangan.

Ukuran dan kenyamanan

Sarung tangan yang terlalu longgar mudah tersangkut; terlalu ketat membuat tangan cepat lelah. Pilih ukuran yang memungkinkan grip stabil dan jari tetap bisa bergerak. Untuk pekerjaan dekat mesin berputar, ikuti SOP safety karena sarung tangan tertentu justru bisa tersangkut.

Penyimpanan dan penggantian

Pisahkan sarung tangan chemical dari sarung tangan general purpose. Jangan memakai ulang sarung tangan yang sudah menyerap cairan berbahaya. Buat aturan ganti bila sobek, licin, bau chemical tajam, lapisan mengelupas, atau grip tidak lagi aman.

Produk pendukung

Artikel ini relevan dengan APD tangan, masker, kacamata safety, apron, lap kerja, rambu area, dan SDS chemical. Untuk gudang, simpan stok berdasarkan ukuran agar pekerja tidak memaksakan ukuran yang salah.

Cara pakai panduan ini sebagai SOP

Gunakan artikel ini sebagai checklist kerja singkat: tentukan PIC, foto kondisi awal, catat barang yang kurang, lalu jadwalkan follow-up. Untuk toko, gudang, workshop, dan proyek kecil, SOP yang sederhana tetapi konsisten lebih berguna daripada dokumen panjang yang tidak pernah dipakai.

Prioritas belanja yang rasional

Pisahkan kebutuhan menjadi tiga level: barang yang mencegah bahaya langsung, barang yang mencegah downtime, dan barang yang membuat hasil kerja lebih rapi. Dengan cara ini, pembelian tetap terarah dan tidak hanya reaktif setelah masalah muncul.

Kapan harus eskalasi

Hentikan pekerjaan dan panggil teknisi/supplier bila muncul bau terbakar, retak struktural aktif, bocor dekat instalasi listrik, paparan chemical yang mengganggu napas, alat bergetar tidak normal, atau material tidak sesuai spesifikasi proyek.

Produk Terkait

Lihat Artikel Lainnya