Artikel SMS Store

Cara Menghitung Kapasitas Kabel Ekstensi untuk Pompa, Bor, dan Lampu Kerja

Kelistrikan & Operasional • 2026-06-03T12:00:00+07:00

Panduan praktis menghitung kapasitas kabel ekstensi agar pompa, mesin bor, lampu kerja, dan perangkat toko tidak membuat kabel panas atau MCB trip.

Ringkasan cepat

Panduan praktis menghitung kapasitas kabel ekstensi agar pompa, mesin bor, lampu kerja, dan perangkat toko tidak membuat kabel panas atau MCB trip.

Produk terkait dari SMS Store

Bosch Mata Gerinda Potong Keramik 4 Inch (Basah)
Bosch Mata Gerinda Potong Keramik 4 Inch (Basah)

Kenapa kapasitas kabel penting

Kabel ekstensi sering dianggap barang sederhana, padahal beban listrik yang salah bisa membuat kabel panas, stop kontak meleleh, MCB trip, atau pekerjaan berhenti. Risiko meningkat ketika satu kabel roll dipakai untuk banyak perangkat sekaligus: pompa, charger, lampu kerja, bor, gerinda, dan komputer toko. Kapasitas harus dihitung dari kebutuhan alat, bukan dari panjang kabel yang kebetulan tersedia.

Mulai dari watt dan ampere

Cek label alat: biasanya tertulis watt, volt, atau ampere. Di Indonesia, banyak perangkat memakai 220 volt. Rumus sederhananya: ampere kurang lebih sama dengan watt dibagi volt. Jika satu kabel dipakai untuk beberapa alat, jumlahkan beban yang menyala bersamaan. Tambahkan margin karena motor listrik seperti pompa dan bor bisa butuh arus awal lebih tinggi saat start.

Panjang kabel memengaruhi performa

Semakin panjang kabel, semakin besar potensi drop tegangan dan panas jika ukuran konduktor tidak memadai. Untuk area proyek, jangan memakai kabel terlalu panjang hanya karena praktis. Pilih panjang sesuai jarak kerja, gulung ulang sisa kabel dengan rapi, dan jangan biarkan kabel roll tertutup material atau terendam air.

Produk Terkait

Lihat Artikel Lainnya